1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman (yang artinya), [1] Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. [2]Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [3] Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. [4] Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [5] Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 - 5]
2. Waktunya
"Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)
Kesimpulannya, jika seseorang muslim mencari malam Lailatul Qadar, carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari ppada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a'lam. Paling benarnya pendapat lailatul qadr adalah pada tanggal ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, yang menunjukkan hal ini adalah hadits Aisyah, ia berkata: Adalah Rasulullah beri'tikaf pada 10 terakhir pada bulan Ramadhan dan berkata, "Selidikilah malam lailatul qadr pada tanggal ganjil 10 terakhir bulan Ramadhan."
3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar
Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu, dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahalaNya yang besar, jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari 4/217 dan Muslim 759).
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).
Juga dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, (dia berkata), "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir), yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya."(HR Muslim 1174).
4. Tanda-tandanya
Berikut Ciri-ciri atau tanda-tanda Malam Lailatu Qadar yang disampaikan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu:
1. Udara dan suasana pagi yang tenang Ibnu Abbas radliyallahu'anhu berkata: Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah" (Hadist hasan)
2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya Dari Ubay bin Ka'ab radliyallahu'anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan" (HR Muslim)
3. Terkadang terbawa dalam mimpi Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu'anhum
4. Bulan nampak separuh bulatan Abu Hurairoh radliyallahu'anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam, beliau berkata, "Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan." (HR. Muslim)
5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)
6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
- Ciri-ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar
Pertama, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) pada malam itu akan melihat seluruh benda dan makhluk di muka bumi ini bersujud kepada Allah.
Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) akan melihat semuanya terang benderang walaupun suasananya di tengah malam.
Ketiga, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu mendengar salam malaikat dan tutur katanya.
Keempat, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu dikabulkan segala doanya.
Dan kelima, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.
Wallahu a'lam ...
Sumber:https://m.facebook.com/notes/lailatul-qadar/tanda-tanda-atau-ciri-orang-yang-mendapatkan-malam-kemuliaan-lailatul-qadar/604838226204296/
Semoga kita berusaha menggandakan ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan.
InsyaAllah
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Tuesday, July 7, 2015
Saturday, June 27, 2015
Berbuka Di Rumah VS Di Luar
Belum sempat 1 Ramadhan, pasti promosi berbuka puasa sudah mula diwar-warkan. Tak cukup itu, ramai juga yang sudah plan untuk berbuka puasa bersama rakan-rakan di mana-mana seperti hotel, restoran dan pot-luck mungkin. Tak kurang jugak yang terlibat dengan event majlis berbuka puasa seperti berbuka bersama anak yatim.
Aku? kebanyakannya aku akan makan di luar jika diajak oleh rakan ataupun tak sempat balik rumah gara-gara shopping raya hihi. Tapi aku sangat jarang teringin nak makan di luar. Aku lebih selesa berbuka di rumah sahaja. Tak kiralah juadah itu di masak atau pun made in bazzar hihi.
Antara faktor aku malas nak berbuka di luar, aku malas untuk:
1) Terkejar-kejar nak solat
2) Booking
3) Bersesak Parking
4) Beratur bayar
5) Perlu habiskan makanan segera kalau tempat berbuka tiada surau. Memang tak habislah jawabnye.
Jadi, kebiasaannya kalau aku kena berbuka di luar, aku akan pastikan beberapa perkara:
1) Buka dulu atau solat dulu
2) Surau di mana
3) Perjalan trafik surau ke tempat makan
4) Masa untuk makan
5) Booking available
Lepas tu, baru la aku pergi kepada menu dan harga yang berpatutan.
Kalau aku tak plan dengan baik, makanan sedap pun aku terpaksa tinggalkan dan tak dapat menikmati sebaiknya huhu.
Tapi kalau di rumah, sendiri sedia maklumlah kebebasan dan keselesaan yang kita ada berkenaan masa, makanan dan solat PLUS sempat solat terawih berjemaah di Masjid (kepada lelaki khususnya).
Jadi semalam, puasa hari ke-9, first berbuka di luar bersama terchenta hiks. Berbuka atas sebab tak sempat berbuka di rumah. Bukan sebab shopping raya (amboi mentang-mentang gomen dah gaji kome pikir shopping raya je yeee hihiihi) tapi sebab mengemas untuk berpindah rumah untuk isteri dari bilik sewa ke rumah sewa. Berpindah buat kali ke-3 untuk tahun ini =_=. Dan kali ke-4 telah dirancang next coming 2 months =_="""" penat pindah!!!
Okay, memandangkan kami membeli perkakas rumah di area Meru, jadi kami secara spontan sahaja memilih kedai ini untuk berbuka. DAPUR IKAR BAKAR. Seperti yang aku habaq tadi, aku akan pastikan perkara-perkara tu smooth je nanti.
Kalau ikut standard perut aku, ini menu nafsu. Di sebabkan ada dua nafsu makan kat sini, terlebih sikitlah makanan ni. Tak habis sebab rasa perut tak best.
Aku suka ikan bakar dia, kuah dia tu aku suka nyum2. Sejak kenal suami baru pandai makan ikan bakar sebab kat Muar banyak restoran ikan bakar dan sedapppppp!
Abaikan muka orang macam first time puasa hihi.
Last but not least,
Sedapkan air ni? hihi.
Ops sorry :P
**Sambil makan suami bersuara "Ada hadis Rasulullah tu beritahu, jika kita rasa makanan ini cukup untuk kita seorang, sebenarnya cukup untuk dua orang". Aku terus flash back orang susah tak cukup makan rasa insaf kejap huhu. Then aku balas, "kalau kita rasa makanan tu melebihi seorang makan??" errrr...
Labels:
Berbuka,
Puasa,
Ramadhan,
Weekend Husband & Wife
Tuesday, June 23, 2015
Why Kurma?
Jenis pekerjaan aku sering dikelilingi oleh non-muslim. Dan kadangkala mereka suka bertanyakan soalan-soalan cepu emas ataupun berkenaan agama Islam. Aku memang suka sangat kalau mereka bertanya soal Islam, aku akan ambil peluang itu sebaik-baiknya!
Kadang-kadang, kita orang Islam ni susah nak explain kepada mereka tentang budaya kita sebagai orang Islam, bagi mereka, 'ahh payah nak explain, tak payah cerita banyaklah' then, tutup cerita. Rugi rasanya tak cerita.
Dulu mungkin aku pun macam tu, sehinggalah paling mengkesankan jiwa harmoni aku ni apabila senior QS aku which is chinese man, about 4 years ago masa aku kerja Subang nun, asked me one question. "Why Kurma?" masa tu bulan puasa. Then aku boleh pulak terrrdiammmmmmm. Aku macam tak biasa kot chinese tanya soalan cenggitu and aku macam blur kejap. Aku cuma jawab, 'memang sunnah'. Dia paham pulak 'sunnah' tu ape kan. Aku jawablah, kita ikut Nabi kita. Tapi tapi itu bukanlah jawapan yang sesuai atau pertama patut aku jawab kannnn.
Dah balik tu baru aku menyesal kenape aku tak jawab cenggini cenggitu arghhh.
Sepatutnya aku ceritalah detail-detail, sebab masa tu memang banyak masa pun, berdua je dalam kereta.
Sepatutnya aku jawablah kebaikan kurma tu kan,
1) Kurma sunnah Rasulullah.
2) Sesuai untuk berbuka sebab membebaskan tenaga dengan perlahan. Ia mempunyai serat yang baik serta nutrisi yang tinggi dan portion dia yang kecil mudah untuk dicerna secara perlahan sehingga otot-otot pencernaan meregang dalam keadaan yang sesuai untuk makan selepas beberapa jam berpuasa.
3) Meningkatkan tenaga. Kaya kandungan gula(glukosa) jadi gula tu lah penambah tenaga lepas berpuasa 13 jam tu. Makan sikit-sikit, jangan terus banyak. Masa sahur pun sesuai, membekalkan tenaga sepanjang hari.
4) Mengurangkan sembelit dan kolestrol. Kurma ni banyak serat kan. Serat tulah yang bantu cerna hangpa semua lancarrr gitew. Kolestrol pula, bila cara pemakanan kita stabil oleh kerana kurma, maka secara tak langsung badan kita pun stabil dari kolestrol2 jaat tu.
5) Membunuh kuman. Ada jenis-jenis kurma yang menurut kajiannya boleh membunuh kuman atau meningkatkan daya imunisasi badan kita. Aku tak pasti la jenis yang mana. hihi.
Haaaa..kan banyak tu panjang lebar kebaikan kurma tu... menyesal tak cerita kat senior tu masa tu. ishk3, bukan rezeki hangpa naa.
Tu belum masuk topik kebaikan biji kurma tu, yang ni aku pun baru tau, Siakap Keli habaq.Klik Sini. Kopi kurma ek, teringin gak nak try sebab kami sekeluarga memang suka Kopi. hihihi
oklah. Selamat berdakwah ye rakan-rakan di bulan yang mulia penuh barakah ini.
Wednesday, June 17, 2015
Hamil Dan Berpuasa
Kenangan tahun lepas, aku pregnant hampir 2 bulan ketika menjelang puasa. Alahan sebelum berpuasa takdelah sangat. Jadi aku tanya-tanya pengalaman orang berpuasa masa hamil, macam ok je, jadi aku decide untuk berpuasa.
Sebenarnya, aku pun tak pasti dalam keadaan macamana yang membolehkan untuk aku tidak berpuasa ketika pregnant. Yang aku agak, kalau lapar atau tak larat ke penat ke dehydrate sangat ke, baru aku buka. Tapi sepanjang bulan berpuasa tu, memang aku lepas sahur tu, muntah, kompom, pas makan 10minits later, tak sempat serap makanan tak sempat azan subuh tu keluar balik semua. Pastu sepanjang hari okay. Cuma weaks sikitlah. Then aku teruskan berpuasa. Aku buka okay je, cuma part sahur tu. Tapi memang sikiiiit sangat aku makan. Makin nak ke hujung bulan puasa tu, makin kurang makanan sahur aku. Ada 2,3 suap jelah nasik, lepas tu, standby nak keluarkan balik =_='
Ponteng pun 4 hari je, itu pun sebab tak sahur atau aku agak-agak je macam tak o.k. Nak makan pun tak lalu, tu lagi la buat aku nak berpuasa. Tapi memang lost weight 3.5kg lah akibatnya. Sian anak aku kan. Masa tu aku berserah je kat Allah SWT supaya bagi anak aku cukup makan ketika aku tak lalu.
Yang peliknye, memang sepanjang puasa aku muntah tiap pagi, tapi elok je Hari Raya pertama, dan seterusnya tak muntah elok gelojoh ko santap makanan jiran tetangga sampai nak meletop perut. 'mak-mak cukup cukupppp' kata anak aku =_='
Ini pengalaman pertama mengandung dan pengalaman pertama mengandung di bulan puasa. Jadi, aku dah tahu dah mana kemampuan aku. Mungkin lepasni kena selang-selang puasa atau tak kan. Lepas ni? tak tau lagi bila, InsyaAllah.
Yang membuatkan aku sangat berjaga-jaga bab nak ponteng puasa tu, aku kena make sure mana satu aku ponteng sebab aku atau sebab anak dalam perut. Sebab cara gantinya lain-lain tau. Kalau sebab diri sendiri je, qadha macam biasa, kalau risaukan anak, fidyah sekali ye. Wallahualam.Jangan terlepas pandang tu ye kawan-kawan sekalian alam. :D
Di kesempatan ini nak wish kat u ols Selamat Berpuasa dan Beramal di Bulan Ramadhan yang penuh keberkatan ini. Semoga amal ibadat kita diterima Allah SWT. Amin, InsyaAllah :D
Subscribe to:
Comments (Atom)




